Tilang dan Sidang..

Pagi itu aku hendak ke suatu tempat, bersama kakak perempuan dan keponakanku. Seperti biasa, aku mengendarai halomku yang ganteng tapi jarang mandi. Tiba di jalan lintas daerah Jembatan Musi II kami bertemu dengan rombongan polisi yang sedang melakukan razia. Razia besar-besaran nih pikirku. Halom pun mendapat giliran di periksa oleh pak polisi.

“Selamat pagi, bisa lihat surat-suratnya?” sapa Pak Polisi ramah.

IMG_20150529_152826.1jpg

Saat itu safety belt-ku terpasang dengan baik, sehingga pak polisinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Aku pun menunjukkan SIM dan STNK milikku untuk diperiksa. Karena tidak ada yang bermasalah dari 2 surat tersebut, pak polisi tersebut lalu menanyakan tentang KIR. Deg, aku sadar penuh kalau saat itu KIR halom sudah kadaluarsa selama 1 bulan. Kelalaianku yang membuat aku tidak kunjung sempat memperbaruinya. Akhirnya pak polisi tersebut menyuruhku untuk turun dari mobil dan mengurus surat tilangku. Hiks.

IMG_20150529_152819

Sepengetahuanku, KIR mati adalah ranah milik DLLAJ bukan milik kepolisian lalu lintas. Tapi, aku mencoba menjadi warga negara yang taat peraturan, aku mengikuti instruksi dari pak polisinya. Aku diberi tahu kalau kesalahanku adalah mengendarai mobil yang KIR-nya sudah kadaluarsa, kemudian SIM-ku ditahan dan aku diberi surat tilang berwarna merah.

Aku memberanikan diri untuk bertanya, “katanya kalau tahu kesalahan dan berencana akan memperbaiki kesalahannya, bisa mendapat surat tilang berwarna biru ya, Pak? Surat tilang warna merah adalah untuk yang tidak mengakui kesalahan dan bertindak melawan pihak kepolisian, bener gitu pak?”

Pak Polisi menjawab, “surat tilang merah dan biru itu sama saja, bedanya adalah warna biru pembayaran denda di Bank yang telah ditunjuk, dan warna merah di Pengadilan. Kalau bertindak melawan pihak kepolisian, pada surat tilang warna merah akan diberi tanda silang”.

“Ooo, gitu ya pak. Kalau gitu, saya dapat surat tilang warna biru ya?” tanyaku lagi.

“Sama saja mbak, karena di sini belum ada Bank yang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengurusi masalah denda tilang ini. Mbak masih tetap harus melewati pengadilan terlebih dahulu.” pak polisinya mulai sebel karena kengeyelanku.

“bapak namanya siapa?” aku sok berani nanyain nama pak polisi penilangku yang sedang sibuk menulis surat tilang berwarna merah.

“….wasweswos…” jawab pak polisi pelan, sampai aku tidak bisa mendengar jelas namanya atau mungkin si bapak ngedumel sebel dengan tingkahku.

Saat itu aku sedang ingin sekali mendapat pencerahan tentang surat merah biru itu, namun sepertinya pak polisinya mulai tidak nyaman dengan sikapku. Maaf ya bapak.

Akhirnya, pak polisi bertanya lagi, “jadi mbak mau yang mana, merah atau biru?”

Lha lha lha, aku jadi bingung. Koq pak polisinya malah balik nanya prosedur penilangan sama aku. Hehe. “Ya terserah mana yang baiknya pak,” jawabku seadanya.

“Ini surat tilang birunya, tapi nanti jangan salahin saya kalau sampai mbak bingung mau cari Bank untuk bayar dendanya dan SIM punya mbak ga jelas disimpan di mana.” Pak polisi menjelaskan dengan ogah-ogahan.

Aku jadi sedikit takut, wah bisa repot urusannya kalau benar apa yang dibilang oleh pak polisinya. Semoga saja tidak, kalau memang harus SIM-nya melayang biarin aja lah, pikirku pasrah.

Setelah dilepas (emangnya ayam) pak polisi, aku malah bingung, ini trus jalannya ke mana, mesti ngapain. Begonya bukan main kalau soal seperti ini. Haha. Akhirnya ya aku menertawakan diriku sendiri.

Mencoba mencari Blue’s Clues di surat tilang biru yang kuterima, akhirnya aku berhasil berhasil berhasil menemukannya (dora the explorer wannabe, ahaha). Aku harus datang ke persidangan di pengadilan negeri satu minggu kemudian. Okelah kalau begitu, karena cluenya cuma satu itu, mari kita ikut sidang. Jreng-jreng-jreng.

IMG_20150529_092647

Ini dia pengadilan negeri palembang. Seumur hidup baru satu kali ini datang ke sini, semoga ga ada kali kedua. Untuk yang belum tahu lokasinya di mana, Pengadilan Negeri ini berada di jalan Kapten A. Rivai, bersebelahan dengan kantor Kejaksaan Tinggi dan Telkom.

Kalau dilihat dari jadwal sidang di surat tilang, sidang mulai pukul 09.00. Aku tiba di sana pukul 08.00, masih sepi hanya aku sendiri di ruang sidang tilang. Semakin siang, semakin banyak orang yang berdatangan. Semuanya membawa surat tilang MERAH. HAHAHAHAHAHAHA. Aku lagi-lagi menertawakan diriku sendiri. Tuh, gara-gara ngeyel jadinya beda sendiri, batinku menyalahkan diri sendiri.

Ketika mendekati pukul 09.00, petugas pun masuk ke ruangan dan mulai menyusun berkas-berkas. Kami diinstruksikan untuk mengumpulkan lembar surat tilang ke dalam kotak. Kemudian surat-surat tilang tersebut di pasangkan dengan berkas tilang yang mereka miliki. Aku bertanya pada petugas tersebut, “kalau lembar BIRU gimana, Mas? Haruskah aku pergi ke hutan atau lari ke pantai?” Pertanyaan yang minta toyor abis. Haha. Ternyata, lembar biru juga dikumpul di kotak yang sama. Oke, sampai sini aku masih sama dengan yang lain.

IMG_20150529_085120

Itu dia Mas-mas yang ngurusin berkas tilang, buanyak ya yang ditilang. Semua itu ditilang pada satu hari yang sama, dari segala penjuru kota palembang. Pukul sembilan lebih sedikit, peserta sidang alias terdakwa yang ditilang semakin memenuhi ruangan sidang. Awalnya tempat duduk banyak yang kosong, lama kelamaan tidak ada yang bisa duduk lagi.

IMG_20150529_083519

Acara sidang dimulai, Hakim memasuki ruang sidang. Kami, para terdakwa dipersilahkan untuk berdiri. Sebelum memulai, para petugas mengumumkan bahwa peraturan untuk peserta sidang harus memakai pakaian yang rapi. Yang memakai sendal jepit, celana pendek, tidak diperkenankan untuk mengikuti sidang. Peraturan tersebut ditegaskan kembali oleh pak Hakim, dan tidak sedikit peserta sidang yang balik kanan karena menyalahi aturan tersebut. Sidang dibuka untuk umum, ditandai dengan diketoknya palu oleh pak hakim.

IMG_20150529_092629

Oiya, ini bentuk surat tilangku yang pertama, membikin hatiku berlomba, seperti melodi yang indaaaaah. Plaak! Di sana dituliskan kalau aku melanggar pasal 288/37 UU 22 tahun 2009. Kalau aku cari di google, dakwaan terhadapku tidaklah tepat. Karena pasal tersebut untuk yang tidak membawa SIM/STNK saat razia berlangsung. Hmm. Jadi dakwaan kalau KIR mati melanggar pasal berapa? Any one can give me the answer? *nanya sama rumput yang bergoyang*

IMG_20150529_081154

Akhirnya tibalah waktunya yang dinanti-nantikan. Giliran pertama sekitar 20 orang dipanggil untuk duduk di bangku panjang, semuanya sama untuk kasus motor yang ditilang adalah SIM C. Satu persatu terdakwa dipanggil ke depan dan duduk di hadapan hakim.

Pertanyaan hakim hanya satu, “peraturan apa yang kamu langgar?”

“Tidak pakai helm, Pak”
“SIM/STNK mati, Pak”
“Melawan arus, Pak”
“Menerobos lampu merah, Pak”
“Mendaki gunung lewati lembah, Pak” *diketok jidatnya pake palu pak hakim*

Beragam jawaban dari para terdakwa, direspon sama pak hakim dengan, “tindakan kamu ini membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang lain? Kalau membahayakan diri sendiri dendanya Rp 75.000, dan membahayakan orang lain dendanya Rp 100.000.

Aku mendapat urutan kedua dari giliran kedua. Bapak terdakwa sebelum aku, kesalahannya tidak memakai seat belt ketika mengendarai mobilnya, karena membahayakan diri sendiri didenda Rp 100.000. Ketika aku menjawab pelanggarannya KIR mati, sang Hakim sedikit berkerut menatapku. Entah apa yang membuatnya berekspresi seperti itu. Kemudian beliau bertanya sudah diperbarui atau belum, dan kujawab sudah. Aku diminta maju untuk menunjukkan bukti KIR yang sudah aku perbarui.

IMG_20150529_083917

Denda untuk kesalahanku adalah Rp 100.000 ditambah Rp 1.000 untuk biaya sidang. Walaupun tidak terlalu puas karena pasal dakwaan untukku tidak tepat (CMIIW), aku cukup senang dengan pengalamanku ditilang dan mengikuti sidang ini. Setidaknya tidak semenakutkan dan tidak sesulit yang aku bayangkan. Hukumannya pun kurasakan cukup adil, untuk keteledoranku yang lalai memperpanjang KIR. Sebenarnya aku ga ngerti tentang fungsi KIR ini, setiap kali perpanjangan KIR Halom tidak pernah diperiksa/diuji sedikit pun, hanya ganti sticker, plat besi kecil dan cap di bukunya saja. Kalau ditanyakan, alasannya mobilnya masih bagus ga usah diperiksa. Kalau mobilnya jelek, apa juga diperiksa? Sebenarnya pemeriksaan kendaraan berkala ada ga sih di sana? Hmm.

Oiya, di tempat sidang tadi juga ada calo yang seliweran. Saranku, ga usa pake yang gituan deh. Ikut aturan aja, ga ribet. Kalau mau urusannya selesai cepet, datangnya pagi, buktinya aku udah bisa pulang sebelum pukul sepuluh.

Oke, cerita selesai sampai di sini. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk aku dan yang membutuhkan. Harapanku sebenarnya adalah para polisi, DLLAJ, dan instansi lainnya bisa menjadi teman yang baik, bukan yang menakuti tapi yang mengayomi. Tidak ada salahnya menjelaskan prosedur tindakan dan peraturan yang berlaku. Sungguh, banyak sekali masyarakat yang tidak melek hukum/aturan, jangan bodohi, tapi sadarkan, cerahkan dan pintarkan mereka. Semoga ini kali terakhir disidang. amiin.

Yang selalu terngiang, setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintakan pertanggungjawabannya. Pernah baca di tweetnya Ust Sallim Fillah, “Jika Allah memberimu kesempatan tuk lakukan apa yang kau mau dengan kekuasaaan, lakukan hal yang membuatNya ridha: Keadilan (Raja’ ibn Haiwah).”

My Vitamin Sea, Untung Jawa

Oke. Kita mulai cerita ya.

Salah satu tempat favoritku untuk melarikan diri adalah pantai. Pantai yang kupilih kali ini adalah Pantai yang ada di Pulau Untung Jawa. Sudah pernah dengar belum? Mungkin ada yang sudah dan ada yang belum pernah tahu tentang pantai dan pulau ini. Aku belum pernah ke pantai ini sebelumnya, tidak ada yang memandu hanya bermodal nekat dan Mbah Google aja.

Tiba di Soeta, aku naik damri ke gambir kemudian lanjut naik Trans Jakarta ke Salemba. Setelah selesai urusan di salemba, aku kembali naik Trans Jakarta menuju pemberhentian terakhirnya di terminal Kali Deres. Perjalanan masih jauh, naik angkot kemudian elf, dan terakhir naik angkot putih jurusan tanjung pasir.

PicsArt_1430912069283

Pelabuhan Tanjung Pasir, aku disambut oleh kapal-kapal yang bersandar di pantai. Ada satu kapal yang sedang menunggu penumpang untuk menyeberang ke pulau untung jawa. Aku beruntung datang pada saat kapal sudah hampir terisi penuh. Karena ketika aku bertanya ke penumpang di sampingku, mereka sudah menunggu hampir 2 jam. Aku juga beruntung bisa menyeberang PP hanya dengan Rp 30.000 saja sedangkan penumpang lain Rp 50.000. hehe. Terima kasih abang sopir kapal yang pemurah hati. Oya, aku ke sana pada hari sabtu. Konon kata penduduk setempat, kalau musim liburan atau hari minggu, tempat tersebut sangat ramai pengunjungnya.

PicsArt_1431045393453

Permainan air yang ditawarkan di Pulau ini cukup beragam, ada banana boat, jetski, dan semua yang tidak aku tahu namanya. Mau snorkeling pun bisa. Pelampung, sepatu, google, dan snorklenya juga tersedia di sini. Sebenarnya aku ingin sekali berenang dan snorkling di sana, tapi karena sedang ada halangan, aku hanya bisa menikmati pantai ini dengan menyeburkan kakiku bermain ombak dan mengelilingi pulau kecilnya.

PicsArt_1430911284503

PicsArt_1430911361047

PicsArt_1430911455114

PicsArt_1431045468501

PicsArt_1430911536113

PicsArt_1430911604095

PicsArt_1431045603358

—–
PicsArt_1431607082172[1]

PicsArt_1430911816609

PicsArt_1430911720841

PicsArt_1431606974541[1]

PicsArt_1430923906935 - Copy

PicsArt_1430923997918

PicsArt_1430923826538

PicsArt_1431045746147

PicsArt_1431608362381[1]

Menurutku pulau dan pantainya cukup indah, bisa dilihat dari jepretanku yang ala kadarnya. Sarana dan prasarana di sini pun sudah cukup memadai. Ada masjid, puskesmas, tempat olah raga tempat makan, kamar mandi dan wc umum. Namun, pada beberapa tempat banyak sampah yang mengotori pulau indah ini. Pada akar pohon mangrove banyak tersangkut sampah plastik, pemandangan yang menyedihkan.

PicsArt_1431606917210[1]

PicsArt_1430924079747

PicsArt_1430924130558

PicsArt_1431608485334[1]

PicsArt_1430924215160

PicsArt_1431045694923

Puas berkeliling dan main ombak akupun kembali ke dermaga tempat kedatanganku tadi. Oya, di pulau ini juga terdapat penginapan. Beberapa rumah warga setempat disewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap di sana. Berhubung saat itu aku hanya one day trip, aku tidak bisa berlama-lama di sana. Sebelum aku turun di Tanjung pasir, pak sopir bilang kalau sudah sore, angkot putihnya tidak beroperasi lagi. Tidak lama setelah kapal terisi, kami pun kembali menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Pasir.

PicsArt_1430911915878

Sepanjang perjalanan pulang, kami diantar rombongan burung yang berkelompok beriring terbang di langit yang biru. Aku mencoba menangkap mereka dengan kamera hpku, namun selalu saja terlambat. Burung-burung tersebut berasal dari Pulau Rambut yang berada di sebelah pulau untung jawa. Kalau mau melihat mereka lebih dekat, kita harus menyeberang lagi dengan kapal. Untuk saat ini aku cukup melihat mereka dari atas kapal pulang ku saja.

PicsArt_1431607153306[1]

PicsArt_1431044920387

PicsArt_1430912189478

PicsArt_1430912009355

Turun dari kapal, ketemu kucing ini kirain tewas, ditowel-towel ternyata cuma tidur di tengah jalan. ckckck.

PicsArt_1431046032957

Perjalanan pulang dari Tanjung Pasir, naik Elf, banyak sawah dan siring irigasi. Sedihnya, air siring itu dipakai untuk mandi, cuci, kakus warga sekitar siring tersebut.

PicsArt_1431607262252[1]

PicsArt_1431607306248[1]

Sekian dulu catatan jalan-jalanku. Semoga nanti bisa kembali ke sini dengan keadaan yang makin baik.

NB: aku banyak terbantu dari sini. Kalo ada yang mau tau jalannya ke Untung Jawa, silahkan dioprek2.

My First Planetarium..^^

Niat awal ke Ibukota itu mau ikut tes TOEFL di LB UI dan Kursus ACLS. Udah daftar, dapat jadwal tes sama kursusnya n beli tiket terbang, eh liat di timeline twitter ada iklan ini, penoropongan bintang. Pas liat tanggalnya langsung hepi, karena pas dengan jadwal tes n kursus. 1425026021 Di Jakartamu. Disambut hujan deras, alhamdulillah tiba di tempat tes 08:55 BBWI. Hehe. Hampir telat. … … … Tesnya selesai, waktunya belajar untuk Kursus ACLS esok hari. Hehe. Itu bohong, sodara-sodari. Setelah puas tour de RSCM sampe nyasar sendiri, aku pun membulatkan tekad untuk melihat bintang. Berbekal GPS n nanya-nanya sama rumput yang bergoyang, sampelah di Planetarium Cikini. Lumayan deket siy, cuma kalo ga ngerti jalan ya jauh juga. Ini penampakan planetariumnya, dari jauh kubahnya bisa keliatan. IMG_20150326_143741 Pas di dalem, masih sepi. Ternyata peneropongan bulan dan mars itu ga ada, hiks. Padahal saat itu udah ga hujan dan mendung-mendungan lagi. Sebenernya pengen demo, kenapa ga ada peneropongan, padahal di promosinya ada. Tapi berhubung tempatnya asyik, ga jadi deh protesnya. Karena masi sepi, aku bisa keliling-keliling planetariumnya sesuka hati. Isinya macem-macem. Monggo diintip.. IMG_20150326_144224. IMG_20150326_144504 IMG_20150326_144420 Miniatur benda langit di sini ngingetin sama yang ada di pameran 99 names of Allah di Madinah. Bikin merinding kagum, betapa kecilnya kita di dunia Milik-Nya. IMG_20150326_144744 IMG_20150326_144322 IMG_20150326_145525

Sekitar pukul 3 mulai banyak anak-anak usia TK-SD-SMP yang berdatangan ke planetarium ini. Ada yang dari sekitar jakarta, ada pula dari daerah lainnya seperti Cirebon, Blora dan Salatiga. Loket pendaftaran untuk pertunjukan pun dibuka. Harga tiket sangat amat terjangkau, Rp 7.000,- saja untuk satu orang dewasa. Waktu pertunjukan pun tiba. Kami dipersilahkan masuk ke dalam ruangan yang hampir mirip bioskop, bedanya layar tidak ada di depan kita, tetapi di atas kepala kita. Bentuknya pun setengah bola seperti kubah masjid. Kursi dipilih sesuka hati, karena memang pada saat pembelian tiket tidak ada penomoran kursi seperti di bioskop.

Di dalam ruangan pertunjukan tersebut, sebelum acara utamanya dimulai, tiba-tiba seorang Ibu Muda menegur sambil meneliti mukaku dengan seksama, “Mbak, namanya siapa? kerjanya apa?Asalnya dari mana?”

Ditanya seseorang yang tidak kukenal di tempat yang baru sekalinya kumasuki, pertanyaan tersebut cukup aneh. Eh, si Ibu Muda malah duluan bilang, “dari palembang ya? kerja di kesehatan ya?”

Ibu muda ini pasti dukun pikirku. Dengan muka melongo aku cuma mengangguk heran. Ternyata eh ternyata, karena aku ini cerobohnya bukan main dan hobi menjatuhkan barang, Ibu ini menemukan dompetku yang terjatuh tidak jauh dari tempat duduknya. Si ibu memeriksa ID card di dalam dompet itu. Akupun baru tersadar saat si ibu memintaku untuk memeriksa apakah dompetku yang sudah berumur itu ada di dalam tasku. Alhamdulillah si Ibu baik hati mau repot-repot mencari pemilik dompet yang ceroboh itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah aku. Kalau sampai hilang atau ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, aku bisa dibuat repot bukan kepalang. Terima kasih Ibu yang baik hati, semoga Allah SWT membalas kebaikan Ibu.

IMG_20150326_162424

Pertunjukan pun dimulai. pintu ditutup, lampu mulai dimatikan. Seketika aku seperti berpindah tempat, dari dalam ruangan berkubah putih ke lapangan luas beratapkan jutaan bintang. Indaaaaaaaahhh sekalii. Sungguh. Betapa aku ingin pergi ke tempat seperti itu. Bisa melihat bintang dan benda langit lain sambil berbaring, itu pasti sangat menyenangkan. Tetapi, menurut Mamas Pembawa acaranya, kalau di kota akan sulit untuk melihat jutaan bintang seperti itu, karena cahaya lampu di kota menghalangi penglihatan kita terhadap bintang tersebut. Sama seperti yang dibilang Pakcil juga siy. Selama pertunjukan mamas pembawa acara juga menjelaskan tentang planet-planet dan benda langit lainnya. Menarik. Seandainya bisa benar-benar diteropong secara langsung pasti makin menarik. Hehe. Oya, aku sempat mencoba mengabadikan pemandangan di dalam ruangan pertunjukan tersebut, saat jutaan bintang berpendar di atas kepalaku, sayangnya tidak bisa.

Pertunjukan pun selesai. Ditandai dengan pulangnya roket yang membawa kami ke bumi setelah puas mengelilingi galaksi bimasakti. Tertarik untuk melihat pertunjukan? Datang aja ke planetarium ini. Untuk jadwal dan biayanya bisa dilihat di gambar di bawah ini.

IMG_20150326_160102

IMG_20150326_152229

Sekilas tentang Kusta

Apakah kamu mempunyai bercak putih-putih di kulitmu? Bercak putih di kulit bisa jadi merupakan penyakit yang serius, oleh karena itu mari kita pahami lagi tentang salah satu jenis kelainan kulit ini.

9

10

Salah satu bercak putih yang menular dan menimbulkan masalah adalah sakit kusta. Kenapa menimbulkan masalah? Karena akibat yang ditimbulkannya tidak hanya dari segi medis seperti cacat fisik, namun juga mengakibatkan masalah di sisi sosial dan ekonomi. Wah, ternyata penting sekali untuk mengenali bercak putih kusta ini, agar kita dan seluruh warga terhindar dari masalah sakit kusta ini. Yok, kita refresh lagi.

Kusta atau yang sering juga dikenal dengan lepra merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae (M. Leprae). Kuman lepra ini menyerang saraf tepi, kulit, dan organ tubuh lain kecuali susunan saraf pusat.

Salah satu pesan yang kuingat dari pembimbingku ketika stase di RS. Abdullah Rivai Kundur adalah, “Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang paling sulit menular.” Dari 100 orang, 95 orang mempunyai kekebalan alami terhadap kuman kusta, 3 orang bisa tertular dan sembuh sendiri, lalu 2 orang tertular dan butuh pengobatan. Penularan kusta ini melaui kontak erat (pernafasan/droplet dan kontak kulit) dengan penderita kusta yang tidak/belum diobati.

Saat ini kusta dianggap sebagai momok menakutkan karena adanya kecacatan akibat dari perjalanan penyakitnya, penderitanya pun kerap dibully di masyarakat. Stigma masyarakat tentang penyakit kusta inilah yang seringkali menjadi kendala dalam pengobatan, penderita sering merasa minder dan dikucilkan oleh masyarakat sehingga takut/malu untuk berobat. Kalau sudah tahu bahwa kusta tidak mudah penularannya, sekarang jangan keburu antipati dengan penderita kusta ya.

Tanda Penyakit Kusta
Nah, sekarang bagaimana cara kita mengetahui apakah bercak putih di kulit adalah kusta atau bukan, berikut ini tanda utama dari penyakit kusta.
– bercak putih di kulit disertai mati rasa/anestesi.
– penebalan saraf tepi yang juga disertai gangguan fungsi saraf berupa mati rasa dan kelemahan/kelumpuhan pada otot tangan, kaki dan mata, kulit kering serta pertumbuhan rambut yang terganggu.
– Pada pemeriksaan kerokan jaringan kulit (slit-skin smears) didapatkan adanya kuman M. Leprae.
Diagnosis penyakit kusta ditegakkan bila seseorang mempunyai satu atau lebih dari tanda utama di atas pada saat pemeriksaan fisiknya.

Pemeriksaan Sensibilitas Kulit
Untuk mengetahui adanya mati rasa, akan dilakukan pemeriksaan sensibilitas pada bercak di kulit. Bisa menggunakan ujung kapas yang diruncingkan, bulu ayam atau jarum yang tidak tajam. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mata tertutup, penderita kemudian diminta menunjuk bagian tubuhnya jika merasakan adanya sentuhan.

8

2

Pada pemeriksaan sensibilitas kulit di daerah yang tidak bisa ditunjuk oleh penderita, misalnya punggung, penderita diminta untuk menghitung setiap kali kapas/jarum menyentuh kulitnya. Pemeriksaan ini tidak jarang harus diulang-ulang untuk menentukan apakah benar terdapat penurunan sensibilitas kulit atau tidak.

Pemeriksaan Saraf Tepi
Selain pemeriksaan sensibilitas, untuk memastikan diagnosis penyakit kusta kita melakukan pemeriksaan pada saraf tepi, apakah ada kelainan fungsi seperti adanya hilangnya rasa sakit/raba dan kelemahan fungsi otot pada tangan, kaki, mata. Pemeriksaan saraf tepi juga dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis terhadap penyakit ini.

Pemeriksaan kekuatan otot pertama kali dilakukan pada otot mata, yang dipersarafi oleh n.fascialis. Penderita diminta untuk menutup matanya, kemudian dilihat apakah ada kelumpuhan yang ditandai dengan kelopak mata yang tidak bisa menutup dengan sempurna (lagoftalmos). Pemeriksaan kekuatan otot pada tangan dan kaki juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada penurunan fungsinya.

Pemeriksaan kekuatan otot dan penebalan saraf tangan
151

1

141

171

Pemeriksaan kekuatan otot dan penebalan saraf kaki
11

12<a

131

Pemeriksaan smear kulit
Salah satu tanda utama dari kusta adalah ditemukannya kuman M. Leprae pada pemeriksaan kerokan kulit. Biasanya bagian kulit yang diperiksa kerokannya adalah di daun telinga, namun pemeriksaan kerokan kulit juga bisa dilakukan pada bercak putih yang tebal yang terdapat di tubuh penderita.

4

5

Pengobatan Kusta
Apabila seseorang telah diperiksa dan dinyatakan mengidap penyakit kusta, itu berarti harus segera diobati. Obat kusta tersedia di puskesmas setempat dan gratis. Obatnya berupa Multi Drug Therapy (MDT) yaitu banyak obat dalam satu kemasan. Kandungan obat yang terdapat di dalam MDT Kusta adalah rifampisin, dapson dan lamprene. Lamanya pengobatan tergantung pada jenis penyakit kusta yang diderita, biasanya 6 bulan hingga 1 tahun.

Kecacatan pada penyakit kusta
Akibat dari penurunan sensibilitas pada penderita kusta, sering kali penderita kusta terluka namun tidak menyadari adanya luka tersebut, sehingga mengakibatkan luka semakin membesar dan parah. Tidak jarang ada yang sampai diamputasi bagian tubuhnya yang terluka. Oleh karena itu, penderita kusta juga harus lebih hati-hati terhadap luka kecil di tubuhnya, apabila luka harus segera dirawat agar tidak terjadi kerusakan/kecacatan yang permanen.

6

7

Untitled

Gambar-gambar di atas adalah contoh kasus kusta yang pernah aku temui di puskesmas. Tentu saja tidak semua kusta mempunyai gambaran seperti itu. Luka ataupun cacat fisik tersebut terjadi setelah penderita terinfeksi lama, tidak kunjung mencari pengobatan dan juga tidak mempunyai pengetahuan untuk merawat diri agar terhindar dari kecacatan.

Makaroni, Makarena.

Siapa yang tidak kenal makaroni? Ya, makaroni adalah saudaranya makarena. Hehe. Makaroni adalah salah satu bentuk pasta. Bentuknya seperti pipa, namun bengkok dan pendek. Biasanya aku menggunakan makaroni sebagai tambahan dalam sop.

Hari ini aku ingin membuat makaroni panggang. Resepnya aku cari di mbah google. Berhubung bahan yang ada di rumah seadanya, akhirnya terciptalah resep makaroni panggang baru yang seadanya.

Bahan:
Makaroni 100 gr, rebus hingga al dente
Daging giling 100 gr
Paprika 1 buah
Bawang merah
Bawang putih
Susu cair 1 gelas (pake susu bubuk ojan)
Keju parut
Telur 2 butir
Butter utk menumis
Garam dan merica secukupnya

Cara membuat:
– tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan daging giling dan paprika, masak hingga matang.
– Masukkan susu, aduk rata. Tambahkan garam dan merica sesuai selera.
– Terakhir masukkan keju dan telur, aduk hingga rata.
– Masukkan ke dalam loyang yang telah diberi butter sebelumnya, panggang hingga matang.
– Makaroni panggang siap disantap. :9

image

Sushiku

Weekendku hari ini bertema pembulatan pipi. Pilihan menunya tentu saja yang sesimpel mungkin. Hari ini aku membuat sushi.

Beberapa waktu lalu aku membeli bambu untuk menggulung sushi dan nori di salah satu mall di Palembang. Bambu ini harganya sekitar Rp 25.000 dan 10 lembar nori harganya Rp sekitar 20.000.

image

Karena tidak mau repot, aku membuat sushi dengan bahan seadanya. Kalau aku baca di mbah gugel, seharusnya sushi memakai beras jepang. Sumber lain mengatakan menambahkan beras ketan sedikit supaya berasnya lebih lengket. Aku memakai beras biasa, hehe. Bahan isinya bisa bermacam-macam, sesuai selera dan yang ada di dapur. Aku memakai telur dadar, crab stick, sosis, dan wortel rebus.

Cara membuat tidak begitu sulit, siapkan bambu dan nori. Aku menambahkan plastik di bawah nori supaya tidak mengotori bambu. Susun nasi di atas nori, kemudian susun isi sushi sesuai selera. Gulung bambu sambil ditekan guna memadatkan sushi. Setelah selesai, potong-potong sushi dan sajikan. Ittadakimasu.

image

image

image

image