Bukan, Minal Aidin Wal Faidzin

Ucapkanlah Dengan Ilmu, mungkin itu yg ingin saya garis bawahi dalam penulisan notes kecil ini. ini juga bukan berarti ingin mengatakan saya berilmu, saya pun tau dari orang lain yg berilmu., semoga kita semua jadi berilmu.

Sebelum membahas Kata Minal Aidzin wal faidzin yang Lucu itu, mari kita perhatikan dalil dalil terkait yg membahasa tentang Ucapan Ini:

“Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied : Taqabbalallahu minnaa wa minkum “Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Majmu Al-Fatawa 24/253]

Jubair bin Nufair:“Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”. (Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] Dalam ‘Al Mahamiliyat’ dengan Isnad yang Hasan )

Muhammad bin Ziyad berkata: “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Ied berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : ‘Taqabbalallahu minnaa wa minka” (Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259)

IMAM AHMAD menyatakan bahwa ini adalah “Isnad hadits Abu Umamah yang Jayyid/Bagus. Beliau menambahkan : “Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.”[Al Jauharun Naqi 3/320. Suyuthi dalam ‘Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan]

Nah, Sahabat. lalu kenapa Minal Aidzin Walfaidzin?Dikalangan masyarakat dan media Televisi berjuta juta muslim di indonesia sering mendengar kata ini digandengkan dengan kata ‘Mohon maaf lahir batin’ sehingga kurang lebih Begini:

“MINALAIDIN WAL FAIZIN – MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”,

Seakan akan (mungkin yang mengucapkan) menganggap bahwa Minal Aidin Wal Faizin Ini berarti Mohon Maaf Lahir dan Batin.. Benarkah begitu?

Coba perhatikan dan analisa sendiri jika dua frase itu diartikan secara menyeluruh dalam bahasa indonesia yg benar:

“TERMASUK DARI ORANG ORANG YANG KEMBALI SEBAGAI ORANG YANG MENANG – Mohon maaf lahir dan Batin”.

Sepertinya kurang tepat, karena jika demikian artinya tidak Jelas. Do’a bukan (karena tidak lengkap).. dan Salam juga bukan :) karena lucu saat kita artikan dari bahasa Aslinya.

Adapun menurut hemat saya, ya syah syah aja selama kita tidak tahu dan itu sebatas Ikut ikutan dan SERTA tidak meniatkan bahwa Mohon maaf Lahir dan Batin itu arti dari Minal Aidin Walfaizin

Coba lihat penerjemahan makna frase Minal Aidin Wal Faizin dalam bahasa Arab berikut:

Min, artinya “Termasuk”.Al-aidin, artinya ”Orang-orang yang kembali”Wa, artinya “dan”Al-faidzin, artinya “ Menang”.

Jadi makna “Minal Aidin Wal Faizin” jika dipaksakan diartikan dalam kai’dah tatabahasa Arab – Indonesia yg benar adalah “Termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan ramadhan) sebagai orang yang menang”.

Artinya mengambang bukan?

S O L U S I

Nah lalu apa Solusi dari kurangnya pemahaman bahasa diatas ?Tentunya selain agar kita tidak ditertawain negeri tetangga, dan tidak malu maluin saat kita bertemu dengan orang orang berilmu, kita juga harus mengikuti Apa yg Rasul / Sahabat contohkan agar hal tersebut terhindar dari hal hal Bid’ah.

Nah lho? Kok Bid’ah?

Jangan tersinggung dulu, untuk sahabat muslim yang alergi dengan kata BIDAH. mari perhatikan; dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri (yang mengikuti teladan nabi Muhammad Saw) adalah “Taqabbalallahu minna waminkum”, Kemudian menurut riwayat ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang dekat jaman Nabi dengan kata-kata”Shiyamana wa Shiyamakum”, yang artinya puasaku dan puasamu, sehingga kalimat lengkapnya menjadi “Taqabbalallahuminna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum” (Semoga Alloh menerima amalan puasa saya dan Kamu).

Dari Riwayat tersebut Dan seperti keterangan keterangan yg dipaparkan yang benar adalah dari “Taqabbalallahu… sampai … shiyamakum”. tidak satupun menyatakan ada istilah Minal Aizin wal Faidzin. Atau Tanpa minal Aidin wal faidzin.

Jadi mengucapkan Minal Aidin wal Faizin, JIKA KITA mengucapkannya dengan niat ingin mencontoh kebiasaan Rosulullah/Ittiba’qauly, jatuhnya bisa menjadi Bid’ah, TAPI KALAU niatnya hanya untuk “Ingin mendoakan sesama Saudara seiman”, Insya Allah, tidak salah DAN Bahkan hal yang baik.

Adapun jika ingin menambahkan bisa saja ditambahkan diakhir kalimat, agar secara harfiyah aja serasi:

”Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja’alanallaahu Minal Aidin wal Faizin”Artinya, “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang.”

Ja’alanallaahu : Berarti “Semoga Allah menjadikan kita”.. sebagai tambahan untuk melengkapi, Minal Aidin wal Faizin yg mengambang tadi..

Sekedar tambahan, bagaimana jika kita ingin mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” dalam bahasa arab benar?

Salah satunya adalah “Asalukal afwan zahiran wa bathinan”.Atau “Kullu aam wa antum bikhair”, yang berarti semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik “,dan, sekali lagi Bukan Minal Aidin wal Faizin” karena kata ini bukan berarti Kalimat permintaan Maaf. Mungkin hanya sebuah do’a yg tidak Utuh.

Demikian, Mohon koreksinya jika ana salah.Akhir kata. Dengan Ini saya pribadi, dan Seluruh Admin disini Ingin mengucapkan,

SELAMAT MENYONGSONG HARI RAYA IDUL FITRI

”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin” || “Semoga Allah menerima amal-amal kita, Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang kembali dari perjuangan Ramadhan sebagai orang yang menang.”

Dan mari kita memohon, kepada Dzat Allah Aza wajala; Semoga Kita dianugerahi untuk menikmati Ramadhan Tahun Tahun Berikutnya dengan Rizki dan Kebarokahannya,

Amiin..

*copied from isty’s blog (iamsity.wordpress)*

 

Image

 

Iklan

Sushi so..

Aku suka sekali dengan Jepang. Negara itu (terlihat) sangat indah (bagiku). Mungkin itu sebabnya aku suka komik jepang ya (ga nyambung). Atau sebenarnya aku mempunyai darah Jepang, secara mereka pernah menjajah Indonesia selama 3 tahun (semakin ga nyambung). Kebudayaannya mencolok sekali, dan mereka mempertahankannya, itu yang membuat mereka unik. Indonesia juga tidak kalah dengan mereka, hanya saja negara kita luas dan kebudayaannya juga banyak sehingga tidak (terlalu) mencolok.

Matahari terbit, kimono, ikebana, origami, manga, atheis, disiplin, gunung fuji, sakura, geisha, kabuki, doraemon, kesatria baja hitam, ultraman, shinkansen, salju, dan sushi adalah kata-kata yang melintas di pikiranku setiap kali mendengar kata Jepang (random banget).

Yah, itung-itung latihan kalau nanti aku berkesempatan mengunjungi negara tersebut (tolong bantu Amiin-kan ya, Amiiin), aku pun mulai mencicip sushi dan menjadi beneran suka dengan makanan asal Jepang ini.

Di Palembang, tempat favorit untuk maem sushi ya di sushi so ini. Ada 2 cabangnya, yang pertama di Jalan Rajawali, dekat hotel Grand Zuri, yang kedua di food court lantai 2 PTC Mall.

Pernah saya mengajak Ilham driver PT. SG untuk mencicip sushi dari Sushi So. “mirip lemper ya Bu”, cetusnya polos. Aku pun mendadak keselek, “Plis deh Ham, beda jauh kaliii”. Padahal dalam hati aku mengiyakan kata-katanya, sepertinya sushi ini memang satu konsep dengan lemper. Nasi/ketan diisi digulung, bedanya sushi dibungkus dengan nori, lemper dibungkus daun ……. (mendadak mikir, pisang bukan ya?)….:)

Buat yang penasaran dan pengen tau tentang menu-menu di sushi so Palembang, ni ada sebagian review menunya.

Image

Coba kalian lihat gambar diatas, menggoda bukan?*setan bulan puasa mode on* Kalo ga salah, namanya itu sushi so special dragon roll. Topingnya menggoda ya, salmon grilled plus mayo n tobiko. Rasanya, juara!

Image

Yang suka makanan mentah tapi enak, sashimi salmon bisa jadi alternatif pilihan. Ayah dan Ibu mencicipi sashimi ini dengan kening berkerut, sepertinya mereka akan langsung menolak kalau aku menawari mereka lagi. Lain cerita kalau kucing-kucingku (Jini dan Jojo) yang ikut, mungkin aku akan rebutan dengan mereka. Hehehe. Gimana deskripsi rasanya, manis, asin, gurih, jadi satu. Kalau ga nyicip, ya ga bakal tau.

Atau kalo mau belajar maem sashimi tapi belum sanggup ngabisin sepiring, bisa pesen salmon nigiri kyk foto di atas. Saya minum, eh makan dua. 🙂

Menu selanjutnya adalah bento salmon, menu yang sama dengan don buri salmon digambar bawah, hanya saja bento ini lebih lengkap dengan adanya potongan semangka dan sup. Salmonnya, tentu saja enak!

Menu lainnya adalah chawan mushi, sejenis tahu telur diberi kaldu lalu dikukus. Dimakan bersama kacang edamame. Mirip rasa tahu telur kemasan yang dijual di supermarket siy, tetapi tentu saja lebih enak yang segar alias fresh from the kukusan.

Pengen maem salad sayur + rumput laut? Nih, di sushi so juga ada. (lupa nama menunya apa). Saladnya segar, rumput lautnya enak.

Klo yang ini, contoh menu seharga kurleb 150 rebu saja. Sushi, nigiri mix, kawa meshi alias ikan salmon kari, chawanmushi, dengan minuman green tea float n lemon tea. Enak di perut n enak di dompet.
image

Satu lagi, ini menu favorit aku. Ga bole ketinggalan kalo lagi maem di sini cheese crab bla..bla.. (lagi2 lupa nama menunya) *tepok jidad*

“Itadakimasu”

“Selamat siang, saya dari PT. SG. Kami membutuhkan seorang dokter untuk klinik kami di Villa Melati. Jam kerjanya dari pagi sampai sore aja. Kalau dokter bisa, besok ikut kami meeting di sana”.

Dengan sedikit bingung akhirnya aku pun mengiyakan saja tawaran tersebut. Mungkin hanya sebentar, pikirku. Mungkin hanya klinik biasa, batinku lagi. Dan ternyata, pikirku dan batinku tidak benar selalu.

………….

Keesokan harinya, aku pergi ke Villa Melati yang berjarak sekitar 3 km dari kediamanku. Dengan kostum “dokter cewek yang manis abis” tentunya (yang kemudian aku sadari itu adalah kostum yang salah). Setiba di sana aku disambut hangat oleh Bapak Party Chief, Chief Departement HSE dan Paramedic dari PT. SG. Kesan pertama, canggung sekali. Perempuan ditengah-tengah banyak lelaki. Tetapi, the show must go on. Dan shownya ternyata bukan di villa melati, sodara-sodara. Entah siapa yang salah, aku yang salah dengar atau mereka yang salah memberi kabar. Ternyata Kick Of Meeting-nya bukan di villa tersebut, tetapi di salah satu Hotel yang ada di Kota. Sekitar 50 km dari villa ini. Dooeengg!! Bersama rombongan tadi akhirnya kami berangkat ke hotel tersebut. Tiba di hotel, aku pun diperkenalkan dengan dokter dan tim kesehatan dari PT. M yang merupakan klien dari PT. SG. Sepertinya dokter itu sedikit heran dengan adanya dokter perempuan yang bersedia ikut di proyek itu (Yah, aku sendiri pun heran dengan diriku, apalagi mereka). Mereka mencoba menerangkan sedikit tentang proyek yang aku akan ikuti. Usaha yang lumayan batinku, setidaknya aku tidak lagi meraba-raba dalam gelap tentang apa tanggung jawabku nanti.

Image

Ternyata yang aku ikuti saat ini adalah suatu proyek pencarian titik-titik minyak bumi di Blok Rimau Sumatera atau yang lebih dikenal dengan seismik. Dunia yang sangat asing untuk ukuran dokter “biasa” seperti aku. Yang termasuk biasa itu maksudnya dokter yang hanya bekerja di lingkungan pengobatan saja, lebih banyak bermain di care and cure. Tetapi di sini, aku juga dituntut untuk promotif dan preventif, atau istilahnya bergerak lebih ke hulu. Menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja yang ikut dalam proyek tersebut. “Tidak banyak koq, hanya sekitar 1000 orang”, kata Mas Anang dari bagian Topografi, yang duduk di sebelahku mencoba menjelaskan. Aku hanya bisa melongo mendengarnya. Kurang lebih 1000 orang yang akan aku jaga status kesehatannya. Angka yang….WOW! Mas Anang juga menjelaskan secara singkat tahapan-tahapan proyek seismik itu, dimulai dari topografi, rintis bridging, bahan peledak, drilling, recording, dan lain-lain. Intinya, pekerjaan yang akan dilakukan adalah membuka lahan yang masih perawan, menyiapkan tempat untuk pengeboran, menggunakan benda-benda tajam, dan alat-alat berat lainnya. Yummy, seems delicious ya kerjaannya. Meeting selesai, artinya proyek dimulai. And the story goes. 🙂

………..

Dimulai dengan beres-beres markas dan peralatan perang selama proyek berlangsung. Di sini tim kesehatan bersama-sama dengan Departemen HSE. Tim kesehatan ada aku sebagai dokternya dan Kang Herry sebagai paramediknya. Lagi-lagi menjadi penyamun di sarang perawan. Tetapi mereka sangat baik dan hormat, sehingga aku pun menjadi tenang. Mereka mengerti kalau ini adalah pengalaman pertamaku, sehingga mereka pun tidak bosannya menjelaskan dan membantu kalau ada yang tidak aku mengerti.

Saat itu klinik belum dibangun, masih menyatu dengan ruangan HSE, masih sangat terbatas dalam ruang geraknya. Meskipun belum memadai, yang berkunjung sudah mulai ada, baik yang mau berkonsultasi tentang kesehatan, berobat, ataupun curhat. Mengenai alat perang, PT. SG mempunyai obat-obatan dan peralatan yang cukup lengkap dari proyek sebelumnya di Kupang, membuatku bisa bernafas lega, karena tidak perlu pusing memikirkan obat-obatan.

Kesibukan pun dimulai, pertama yang dilakukan adalah membuat Medical Evacuation Respons Plan (MERP), bersama HSE kami merancang alur yang akan diambil bila terjadi kegawatdaruratan di lokasi proyek. Mencari kontak rumah sakit terdekat serta rumah sakit untuk rujukan dan kemudian membuat perjanjian kerjasama. Ketika MERP telah disepakati oleh semua pihak, MERP diuji coba ke lapangan dengan Medivac Drill, dimana tim Medik dan HSE merancang suatu kasus gawat darurat, dan tidak diketahui oleh staff lainnya. Seperti contoh, diambil kasus kru rintis bridging yang jatuh dan mengalami patah tulang. Disini dinilai kesigapan para kru di lapangan, medik, mandor, komunikasi radio, ambulan, mapping lokasi, dan sistem perujukan. Pada saat medivac drill, akumemantau keadaan korban melalui komunikasi radio dan telepon seluler. Pengalaman baru buat aku, maenin radio. Hehehe. SG 01 Base Camp. Dikopi. Roger. 🙂

Image

Selain Medivac Drill, ada juga Fire Drill suatu latihan untuk menghadapi bahaya kebakaran. Disini tim medik berperan dalam persiapan obat-obatan dan ambulan. Lucunya, pada fire drill pertamaku, aku dan kang Herry malah ikut latah berkumpul ke muster point bukannya menyiapkan obat-obatan dan ambulan. Hahaha. Ada juga kejadian lucu lainnya, ketika bell kebakaran dibunyikan, semua aktifitas harus dihentikan, dan semua penghuni BC harus berkumpul ke muster point. Tidak jarang, ada yang sedang mandi harus keluar hanya dengan sehelai handuk saja, ada yang sedang tidur harus keluar dengan rambut acak-acakan dan mata mengantuk, dan bermacam gaya lainnya. Disaat kami berkumpul di MP, tim evakuasi bergerak memastikan kelengkapan jumlah personel BC, dan tim pemadam yang bertugas memadamkan sumber api.

Kesibukan selanjutnya adalah pada perekrutan tenaga kerja dibutuhkan adanya Medical Check Up (MCU) untuk mengetahui status kesehatan tenaga kerja sebelum bekerja. Sehingga kami pun membuat perjanjian kerja sama dengan Balai Laboratorium di kota, untuk memeriksakan status tenaga kerja yang ada. Pemeriksaan MCU dibedakan menjadi 3 jenis, disesuaikan dengan pekerjaannya saja, Yaitu Staff (Pemeriksaan fisik, rekam jantung, rontgen thorax, urinalisa, dan darah sederhana), Food handler (Pemeriksaan fisik, rekam jantung rontgen thorax, urinalisa, darah sederhana, analisa feces, dan widal), dan Driver (pemeriksaan fisik, rekam jantung, rontgen thorax, urinalisa, darah sederhana, visus, ishihara test, dan audiometri). Tugasku, menentukan apakah tenaga kerja tersebut layak untuk bekerja sesuai dengan status kesehatannya. Selain MCU, juga ada Physical Examination (PE) untuk kru lapangan. Mengingat kru lapangan mudah sekali berganti-ganti, disepakati untuk kru tidak dilakukan pemeriksaan lengkap MCU. Tidak efektif dalam hal biaya, begitu alasan mereka. Bisa dihitung, satu kali MCU di Balai Laboratorium bisa mencapai 300-500 ribu rupiah, bila semua tenaga kerja hingga kru ditanggung, berapa banyak biaya yang dibutuhkan. Sehingga, diambillah jalan tengah yaitu PE, dimana kru diperiksa vital sign, visus, dan pemeriksaan fisik sederhana.

Tugas lainnya adalah memberi materi First Aid Training (FAT) untuk para pekerja dan kru lapangan yang ada. Adapun materi yang diajarkan adalah pertolongan pertama pada kecelakaan, baik itu luka tusuk/robek/bakar, patah tulang, gigitan binatang buas, sengatan listrik, pingsan, tersedak dan lainnya. FAT diberikan bersama dengan Induksi, setiap tenaga kerja baru harus melewati dua tahap ini terlebih dahulu guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dari para pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan selama mereka bekerja.

Selain memberi FAT, aku juga mempunyai kewajiban memberi materi Food Handler Training untuk para koki, helper dan utility di dapur. Materi yang dipilih pun tidak jauh dari makanan, dimulai dari pemilihan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan lainnya. Training ini diberikan satu bulan sekali. Diharapkan dengan adanya training ini, didapatkan perubahan perilaku dari yang tidak baik menjadi perilaku yang baik dari para kru dapur. Contohnya, training tentang food storage yang baik, 7 langkah mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, food borne disease dan materi-materi lainnya.

Berbicara di depan umum adalah kelemahanku, sulit sekali rasanya, tetapi di lain pihak aku juga merasa bersemangat untuk itu. Di sini aku (merasa) dituntut (oleh diriku sendiri) untuk lebih memahami mengenai hiperkes, ilmu yang dulu pernah aku pelajari di bangku kuliah (yang sepertinya sudah menguap dari otakku). Bagaimana mengedukasi dan memotivasi para pekerja untuk bekerja dengan selamat dan sehat serta menciptakan lingkungan yang aman untuk mereka bekerja. Di sini aku juga mendapat kesempatan untuk belajar menyajikan dan menyampaikan materi-materi yang ada kepada para pekerja agar lebih mudah diterima dan dimengerti. Tidak terbayarkan betapa bahagianya aku bila mereka mendengarkan materi dengan seksama dan antusias bertanya tentang materi yang dibahas. Entah apa namanya, tetapi aku suka.

Selain training-training diatas, aku juga mempunyai kewajiban untuk melakukan Food Supply inspection, Kitchen Inspection dan camp inspection. Pemeriksaan bahan makanan yang dipasok setiap hari oleh para supplier untuk memastikan bahan makanan tersebut sehat dan layak konsumsi. Setiap pagi, parfumku berubah menjadi bau amis ikan dan ayam, haha. Pemeriksaan dapur juga dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kebersihan pengolahan dan penyajian dari bahan makanan tadi. Personal hygiene kru dapur, kebersihan alat-alat dan dapur, alat pelindung diri/APD (tutup kepala, celemek, sarung tangan, sepatu dll), P3K, alat pemadam api ringan/APAR, merupakan item-item yang diperiksa setiap kali inspeksi dapur.

Setelah sekitar satu bulan, aku mulai ikut menginap di villa melati yang kami sebut Base Camp. BC terdiri dari 13 rumah, 1 ruang makan staff, 1 ruang makan klien, 1 tenda ruang makan untuk kru, 2 tenda untuk driver, 1 rumah untuk koki dan laundry. Aku menginap di kamar 11, bersama staff perempuan lain. Awalnya saling asing. Tapi lama-kelamaan jadi saling kenal dan lumayan dekat. Ada Ibu Ety, Kak Eni, Ias, Eby, Mb El, Mb Ita, Mb Eti, Mb End, Nur, Mb Ora n Mb Ewi. Di kamar 11 ada 2 ruang tidur, masing-masing diisi 2 tempat tidur tingkat. Untuk pertama kalinya aku tidur di atas, cukup was-was juga (takut bablas gelundungan), tapi alhamdulillah sampai sekarang tidurku aman terkendali.

Oya, setiap pagi di BC ada Toolbox Meeting. Semua penghuni BC wajib berkumpul pukul 06:45 wib, mendengarkan materi dan informasi-informasi yang disampaikan. Aku pun mempunyai jadwal untuk menyampaikan materi tentang info kesehatan. Dalam satu bulan, aku memberikan tiga kali info kesehatan, di TM staff, TM driver dan mekanik, serta TM SS. Semua harus berkumpul pukul 06:45, dan sarapan di-HARAM-kan setelah TM. Jadi bisa dibayangkan, bila satu rumah terdiri dari delapan orang, jam berapa kami harus bangun, antri mandi, bersiap, sarapan dan berdiri dengan manis saat bel TM dibunyikan. Satu hal yang saya suka dari TM, yaitu adanya Yel-Yel penyemangat yang selalu diserukan sehabis TM ditutup dengan doa. Yel “Safety First! Yes! Accident! No! Seismic! Luar Biasaaa..!!”, selalu bisa membuat aku tersenyum dan bersemangat di setiap pagi.

Selain TM, ada juga commitee meeting yang dilakukan setiap minggunya di hari sabtu sore. Di sana dibahas mengenai kemajuan operasional, hambatan/kendala yang ada, dan juga program-program HSE. Biasanya aku melaporkan statistik pasien yang berobat ke klinik, dan membahas kenapa ada peningkatan ataupun penurunan dari angka-angka tersebut. Yang aku bisa cerna dengan baik di committee meeting tersebut biasanya hanya dari HSEnya saja. Ketika sudah membahas mengenai operasional, aku akan manggut-manggut sok mengerti. Hehehe.

Antar HSE dan Medik juga ada pertemuan, dijadwalkan setiap minggunya di hari rabu. Biasanya dikumpulkan medik lapangan, mandor, dan juga HSE lapangan. Disana kami membahas kendala-kendala yang dihadapi para HSE dan Medik yang berada di lapangan. Seperti obat-obatan, penyakit yang banyak diderita, perlengkapan APD yang kurang, dan lainnya. Tidak jarang juga, kami memberikan materi FAT dan materi kesehatan lainnya guna me-refresh pengetahuan para mandor dan medik lapangan tersebut.

Di BC juga ada kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan untuk menghibur para staff dan kru. Diantaranya adalah olahraga sore, seperti badminton, futsal, bola voli, acara silaturahmi lebaran, lomba 17 agustus, tahun baru, donor darah, memancing, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Aku merasa bersyukur sekali berada di proyek seismik ini. Aku merasa sangat senang bisa bertemu bermacam-macam aktivitas dan beragam orang di sini. Tak terasa setahun lebih proyek ini berjalan, dokternya tidak hanya aku, tetapi ada dokter Fah dan dokter Afr. Begitupun paramediknya, Kang Herry, Pr Al dan Pr Muj. Bersama tim HSE, Pak Soe, Pak Ade, Babeh Sin, Pak Ndi dan Eby. Tim yang (eerr) (cukup) solid. Orang-orang yang sempat singgah dan akan terus menetap di hati, Pak Wan, Kang Unay, Pak Dan, Mas Jar, Mommy n Beruangku, Mas Gus, Pak And, Ipin, Sul, Ibu Rus, Ibu Yan, Rul, Pak Waw, Pak Kar, Dwi, dan semuanya.

Beruntungnya aku sempat memiliki mereka. Mungkin mereka tidak menyadari itu, tetapi aku sadar penuh, bahwa aku bahagia di sana, bersama mereka. Ketika kudengar bahwa proyek akan tutup, hatiku sedikit mencelos (padahal ga tau arti mencelos itu apa). Sedih, iya. Kehilangan, iya (mellow mode on). Tetapi, ketika ada pertemuan, pasti ada pasangannya yaitu perpisahan. Semua harus melaju, begitupun aku, begitupun mereka. Terima kasih untuk semua tawa penyembuh duka. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah kalian lakukan untukku. Amiin. :’)

Selamat datang di Planet Seismik..