Gigi Bawah, Dibuang ke Atas

image

Foto itu adalah foto gigi anak laki-laki berumur 8 tahun yang berhasil kutanggalkan kemarin. Gigi incicivus 2 bawah kanan yang masih sangat kuat tertanam. Gigi permanennya sendiri sudah tumbuh, namun tumbuhnya anomali yaitu di belakang gigi susu tadi. Akibatnya adalah, gigi susunya tidak goyah sama sekali karena tidak didorong oleh gigi permanennya.

Jujur saja, ini pasien pertamaku setelah sekian lama aku lulus kuliah. Teori tentang ilmu kesehatan gigi dan mulut memang ada di dalam kurikulum kami, namun hanya bersifat ilmu dasar saja. Belajar praktek kedokteran gigi pun hanya selama 2,5 minggu, pada saat kepaniteraan klinik di poli gigi dan mulut. Semua tempat kerjaku, baik yg dulu maupun saat ini, mempunyai tenaga kesehatan gigi, dokter dan perawat gigilah yang melayani semua pasien gigi. Akibatnya hampir empat tahun aku tidak pernah menyentuh ranah cabut mencabut ini.

Aku memberanikan diri karena menurutku sang anak cukup kooperatif dan gigi yang akan dicabut adalah gigi dengan satu akar saja. Kalau pasien yang datang meminta dicabut gigi molar 3, tentu saja akan langsung kutolak. Hehe.

Pertama-tama kusiapkan alatnya terlebih dahulu, sebuah tang gigi khusus untuk rahang bawah, sarung tangan plastik, chlor ethyl, dan kapas. Percobaan pertama, ternyata sulit mencabutnya, karena gigi masih melekat kuat dan anak masih merasa nyeri. Akhirnya aku meminta izin pada orang tua anak untuk menggunakan bius suntik. Setelah dibius, aku mencoba lagi. Gigi tersebut dijepit kemudian dirotasi, dan alhamdulillah berhasil, gigi susunya tercabut utuh. Senang sekali rasanya. Senang di atas kesedihan sang anak. Hehe.

Ketika mereka hendak pulang, aku pun bertanya, “giginya mau dibawa pulang ndak?”. Sang anak menjawab sambil sesegukan, “Ndak usah bu, buang aja”. Hmm. Semoga anak tersebut tidak trauma dengan segala urusan gigi-geligi ini. Aamiin.

Iklan

Nobu..Nom..Nom..

Satu lagi review tempat maem sushi dan makanan Jepang di Palembang, yaitu di Nobu Bistro yg beralamat di Jalan Sumpah Pemuda Blok K, samping Sonic Futsal Palembang.

Sebagai menu pembuka, pilihannya bisa dijatuhkan pada semangkuk kacang edamame rebus. Kacang yang mirip kacang polong ini disajikan hangat dengan taburan garam. Rasanya manis dan gurih. Selain enak, kandungan gizi yang terdapat dalam kacang ini sangat baik untuk tubuh kita.

photoshake_1361110350266

Bagi para penyuka salad, ada menu Nobu Mix Salad yang bisa kamu pilih. Bukan satu atau dua, tetapi empat jenis salad dalam satu platter. Jelly fish, seaweed, scallop, baby octopus disajikan dengan campuran salad wortel dan lobak. Yang aku suka seaweed dan baby octopus. Bukan berarti jelly fish dan scallop tidak enak ya. Rasanya yang asin, manis, kenyal dan sedikit amis itu cukup dicicip satu kali saja dan diingat selamanya. Hehe.

photoshake_1361111597005

photoshake_1361111742371

Mau scallop lagi? Ada baked scallop yang yummy dengan toping tobiko, saus, mayonaise, dan potongan nori.

image

Menu lainnya adalah cawan mushi. Campuran tahu telur dan kaldu yang dikukus dengan potongan udang didalamnya. Rasanya tidak jauh berbeda dengan cawan mushi di resto jepang lainnya. Enak.

photoshake_1361110515071

Bagi yang suka salmon nigiri, ada juga pilihan salmon mentai nigiri yang bisa kamu coba. Di sini potongan salmon dan nasi di bakar pada bagian atasnya, sehingga salmon disajikan dalam keadaan half done atau setengah matang.

photoshake_1361111953312

Menu nobu no 2 special adalah salah satu menu andalan di sini. Gulungan kecil-kecil, diberi toping tobiko dan ditambah dengan rumput laut. Aku sendiri tidak tahu isi rollnya apa, tapi rasanya bikin pengen nambah lagi dan lagi.

photoshake_1361110806524

Pilihan sushi di sini beragam, aku baru mencicipi tiger rollnya. Rasanya enak, tapi bukan menu favoritku.

photoshake_1361111861001

Tidak ingin makan sushi di resto jepang, grilled squid alias cumi bakar ini bisa jadi pilihan. Rasanya enak dan tidak alot seperti karet.

photoshake_1361111022388

Bagi yang mau makan nasi, ada pilihan menu kamameshi di sini. Kamameshi adalah nasi berbumbu yang di bakar dengan menggunakan pot/mangkuk, berisi potongan ikan salmon, ayam, dan juga telur serta sayuran. Di bagian atasnya dihiasi dengan lembaran-lembaran kulit ikan asap. Kalau mau icip-icik kamameshi hati-hati panas, dan nasi harus segera diaduk agar tidak menjadi keras dan menempel di potnya.

photoshake_1372773270483

Favorit minumanku di sini adalah ocha dingin. Kenapa? Karena kalo mau nambah, gratis. Hehe.

image

Sekian dulu review menu Nobunya, selain menu-menu di atas masih banyak lagi pilihan yang bisa dipilih. Selamat icip-icip.

Minum Obat Antikaki-gajah Bersama.

Pernah denger penyakit kaki gajah? Itu lho, penyakit yang bisa bikin kaki si penderita jadi membesar seperti kakinya gajah. Sebenarnya bukan cuma kaki saja, tetapi tangan, payudara, alat kelamin juga bisa bertambah ukurannya akibat penyakit ini.

Nama asli penyakit kaki gajah ini adalah filariasis. Berasal dari nama penyebab penyakit ini sendiri, yaitu cacing filaria. Ada tiga jenis cacing filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori. Cacing ini ditularkan oleh nyamuk. Semua nyamuk (aedes, anopheles, dan culex.sp) bisa menjadi pembawa cacing filaria ini dan menularkannya pada saat menghisap darah manusia. Cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia, akan tumbuh dan bersarang di saluran kelenjar getah bening (limfe). Cacing tersebut akan mengakibatkan peradangan dan menimbulkan sumbatan pada saluran kelenjar limfe. Pada awal kasus, biasanya ditemukan benjolan peradangan kelenjar limfe di lipat paha dan ketiak yang seringkali dianggap sepele oleh penderita. Lama kelamaan benjolan peradangan tersebut akan mengakibatkan gangguan aliran cairan limfe (obstruksi) ke tangan, payudara, kaki dan alat kelamin. Akibat lanjutnya adalah berkumpulnya cairan pada tempat-tempat tersebut atau terjadi limfedema, hidrokel, dan elefantiasis.

Kenapa ada program minum obat anti-kaki gajah di tempatku? Karena kabupaten Banyuasin merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah. Hingga tahun 2011 terdapat 140 kasus filariasis di Banyuasin dari 186 total kasus di Provinsi Sumatera Selatan (sumber: Dinkes Kab. Banyuasin). Banyak ya. Penyakit ini tidak mematikan memang, tetapi mengakibatkan kecacatan menetap, stigma sosial, hambatan psikologis, hingga kerugian ekonomi. Bahkan dalam jangka panjang, bisa menurunkan kwalitas sumber daya manusia yang ada.

Karena angka kejadiannya yang cukup tinggi, maka upaya-upaya pencegahan pun dilakukan. Diantaranya adalah, pengendalian vektor penularan alias si nyamuk-nyamuk nakal. Dengan program 3M (Menguras, Mengubur, Menutup), fogging, kelambu, penggunaan antinyamuk (reppealant), dll. Selain itu juga diadakan upaya pencegahan berupa pemberian obat masal untuk pencegahan yang diberikan selama 5 tahun berturut-turut. Ada dua obat utama yang diberikan dalam rangka memutus rantai penularan filaria, yaitu Dietil Carbamazine (DEC) dan Albendazole. Seluruh warga yg berumur 2-65 tahun, tidak hamil, dan tidak mengidap penyakit berat diwajibkan untuk meminum obat ini.

Dosis obat yang diberikan secara massal ini berdasarkan umur. DEC untuk anak umur 2-9 tahun 1 tablet, umur 9-14 tahun 2 tablet, dan umur 14-65 tahun 3 tablet. Albendazole diberikan dengan dosis yang sama yaitu 1 tablet untuk umur 2-65 tahun. Semua obat diminum pada waktu yang bersamaan. Diutamakan pada waktu malam hari karena efek samping obat yang menimbulkan rasa kantuk. Efek samping lainnya adalah timbul gatal-gatal, demam, sakit kepala, mual, muntah, keluar cacing dari tubuh, dll.

image

image

image