Minum Obat Antikaki-gajah Bersama.

Pernah denger penyakit kaki gajah? Itu lho, penyakit yang bisa bikin kaki si penderita jadi membesar seperti kakinya gajah. Sebenarnya bukan cuma kaki saja, tetapi tangan, payudara, alat kelamin juga bisa bertambah ukurannya akibat penyakit ini.

Nama asli penyakit kaki gajah ini adalah filariasis. Berasal dari nama penyebab penyakit ini sendiri, yaitu cacing filaria. Ada tiga jenis cacing filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori. Cacing ini ditularkan oleh nyamuk. Semua nyamuk (aedes, anopheles, dan culex.sp) bisa menjadi pembawa cacing filaria ini dan menularkannya pada saat menghisap darah manusia. Cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia, akan tumbuh dan bersarang di saluran kelenjar getah bening (limfe). Cacing tersebut akan mengakibatkan peradangan dan menimbulkan sumbatan pada saluran kelenjar limfe. Pada awal kasus, biasanya ditemukan benjolan peradangan kelenjar limfe di lipat paha dan ketiak yang seringkali dianggap sepele oleh penderita. Lama kelamaan benjolan peradangan tersebut akan mengakibatkan gangguan aliran cairan limfe (obstruksi) ke tangan, payudara, kaki dan alat kelamin. Akibat lanjutnya adalah berkumpulnya cairan pada tempat-tempat tersebut atau terjadi limfedema, hidrokel, dan elefantiasis.

Kenapa ada program minum obat anti-kaki gajah di tempatku? Karena kabupaten Banyuasin merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah. Hingga tahun 2011 terdapat 140 kasus filariasis di Banyuasin dari 186 total kasus di Provinsi Sumatera Selatan (sumber: Dinkes Kab. Banyuasin). Banyak ya. Penyakit ini tidak mematikan memang, tetapi mengakibatkan kecacatan menetap, stigma sosial, hambatan psikologis, hingga kerugian ekonomi. Bahkan dalam jangka panjang, bisa menurunkan kwalitas sumber daya manusia yang ada.

Karena angka kejadiannya yang cukup tinggi, maka upaya-upaya pencegahan pun dilakukan. Diantaranya adalah, pengendalian vektor penularan alias si nyamuk-nyamuk nakal. Dengan program 3M (Menguras, Mengubur, Menutup), fogging, kelambu, penggunaan antinyamuk (reppealant), dll. Selain itu juga diadakan upaya pencegahan berupa pemberian obat masal untuk pencegahan yang diberikan selama 5 tahun berturut-turut. Ada dua obat utama yang diberikan dalam rangka memutus rantai penularan filaria, yaitu Dietil Carbamazine (DEC) dan Albendazole. Seluruh warga yg berumur 2-65 tahun, tidak hamil, dan tidak mengidap penyakit berat diwajibkan untuk meminum obat ini.

Dosis obat yang diberikan secara massal ini berdasarkan umur. DEC untuk anak umur 2-9 tahun 1 tablet, umur 9-14 tahun 2 tablet, dan umur 14-65 tahun 3 tablet. Albendazole diberikan dengan dosis yang sama yaitu 1 tablet untuk umur 2-65 tahun. Semua obat diminum pada waktu yang bersamaan. Diutamakan pada waktu malam hari karena efek samping obat yang menimbulkan rasa kantuk. Efek samping lainnya adalah timbul gatal-gatal, demam, sakit kepala, mual, muntah, keluar cacing dari tubuh, dll.

image

image

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s