Katarak, Ketika Lensa Mata Tak Jernih Lagi..

Habis gelap terbitlah terang, sepenggal kalimat yang mencerahkan bukan? Namun, bagaimana bila dibalik menjadi habis terang terbitlah gelap? Kurang lebih seperti itu yang dialami para penderita penyakit katarak. Dunia yang dulunya cerah, terang dan berwarna, perlahan berubah menjadi gelap, kelam dan suram.

Kita bisa melihat suatu benda karena ada pantulan sinar yang ditangkap oleh mata. Sinar tersebut masuk ke dalam mata melalui kornea, pupil, aqueous humor, lensa, vitreus humor hingga retina. Setelah sampai di retina, rangsangan sinar tersebut diteruskan melalui serabut saraf optik menuju pusat penglihatan di otak. Ada perubahan sedikit saja pada bola mata kita, tentu akan mengganggu penglihatan kita. Gangguan penglihatan itu bisa berupa tidak bisa membaca tulisan dari jarak jauh, seperti melihat asap, seperti ditutup tirai hitam, melihat benda-benda beterbangan, hingga tidak bisa melihat sama sekali/buta.

photoshake_1362746489837

Ada banyak penyebab kebutaan, salah satunya adalah katarak. Sebanyak 50% dari total penderita kebutaan, adalah penderita katarak. Normalnya lensa mata kita jernih, sehingga sinar bisa diteruskan ke retina. Pada katarak, terjadi pengeruhan pada lensa akibat dari hidrasi atau denaturasi protein lensa. Biasanya terjadi karena proses penuaan (senilis), infeksi, ataupun trauma.

photoshake_1361178742913

Penderita katarak biasanya mengeluhkan penurunan penglihatan yang terjadi secara perlahan, tidak disertai keluhan mata merah dan nyeri, penderita merasa seperti melihat asap/buram, merasa silau bila melihat sinar dan merasa penglihatan lebih terang pada malam hari.

wpid-photoshake_1361178655315.jpg

Pada pemeriksaan fisik, akan tampak lapisan putih pada bagian mata. Bila diberi sinar dari arah samping, akan tampak bayangan pada bagian lensa mata yang mengalami pengeruhan (shadow test positif). Selain tes diatas, juga dilakukan penilaian tajam penglihatan, guna melihat seberapa besar gangguan penglihatan yang telah terjadi. Penilaiannya dilakukan dengan tes sederhana berupa snellen chart, hittung jari, melihat lambaian tangan, dan juga sinar lampu.

Pada pemeriksaan tajam penglihatan dengan menggunakan snellen chart, penderita diminta berdiri sejauh 6 meter kemudian membaca huruf/angka/simbol yang terdapat di chart tersebut menggunakan mata kanan dan kiri bergantian. Normalnya penglihatan kita adalah 6/6 (meter) atau 20/20 (feet/kaki). Apabila penderita hanya bisa membaca huruf pada baris ke 6 (O, C, L, G, T, R), maka tajam penglihatannya hanya 20/50 (40% dari penglihatan nomal). Artinya, normalnya orang bisa membaca huruf di baris ke 6 snellen chart pada jarak 50 kaki, sedangkan penderita hanya bisa membaca pada jarak 20 kaki.

photoshake_1361109949854

Pemeriksaan tajam penglihatan yang lebih sederhana adalah menggunakan cara hitung jari. Penderita diminta untuk menghitung jari pemeriksa yang berdiri sejauh 1 meter di depan penderita. Apabila penderita bisa menghitung jari dengan benar, pemeriksa mundur sejauh 1 meter ke belakang, dan penderita diinstruksikan menghitung jari kembali, begitu seterusnya hingga jarak penderita dan pemeriksa sejauh 6 meter. Normalnya mata kita bisa menghitung jari hingga jaraknya 60 meter. Apabila penderita hanya mampu menghitung jari pada jarak 2 meter, maka tajam penglihatannya 2/60.

photoshake_1361178539312

Bila tidak bisa menghitung jari pada jarak tertentu, maka dilakukan pemeriksaan penglihatan dengan lambaian tangan. Lambaian tangan dilakukan di depan penderita, pemeriksa melambaikan tangan ke kiri dan kanan, atau atas bawah. Bila penderita dapat menyebutkan arah lambaian dengan tepat, berarti visusnya 1/300.

Bila tidak bisa melihat lambaian tangan, maka dilakukan penyinaran, dapat menggunakan pen light. Bila dapat melihat sinar, berarti visusnya 1/~. Bila tidak dapat melihat cahaya, maka dikatakan visusnya = 0

Apabila pada pemeriksaan tajam penglihatan terdapat penurunan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan funduskopi, pemeriksaan dengan slit lamp, usg mata, dan pemeriksaan lainnya guna memastikan apakah betul penurunan tajam penglihatan disebabkan oleh adanya katarak.

photoshake_1361178457562

photoshake_1362746185875

Salah satu gangguan pada mata yang kerap kali dianggap sebagai katarak di kalangan masyarakat adalah pterigium. Tetapi pterigium sangat jauh berbeda dengan katarak. Pada katarak, terjadi perubahan pada lensa mata, pada pterigium terdapat seperti daging/selaput pada bagian putih mata (konjungtiva). Penderita pterigium juga bisa mengalami kebutaan, terutama apabila selaput yang tumbuh menutupi hingga ke sentral kornea.

pterigium

pterigium

Katarak yang disebabkan oleh penuaan tidak bisa dicegah, namun bila disebabkan oleh trauma, infeksi, dan penyakit kencing manis masih bisa dicegah. Pengobatan untuk penyakit katarak adalah operasi. Tidak jarang penderita memakai obat-obat herbal untuk mencegah katarak bertambah parah, diantaranya adalah mengoleskan getah daun sirih, getah daun lidah buaya, dll, Tentu saja hal ini tidak benar, dan malah akan memperparah kondisi dari mata penderita itu sendiri.

Salah satu hal yang sering ditakutkan oleh para penderita katarak adalah bila harus dioperasi. Mereka mengira pada saat operasi katarak, bola mata mereka akan dicungkil keluar dan kemudian dimasukkan kembali setelahnya. Operasi katarak tidak seperti itu, metode operasi yang paling sederhana adalah pengeluaran kapsul/inti lensa yang mengalami pengeruhan melalui sayatan kecil di bagian kornea atas. Setelah kapsul/inti lensa dikeluarkan, bila memungkinkan digantikan dengan lensa buatan, kemudian luka sayatan dijahit kembali. Sebelum operasi dipastikan dahulu keadaan penderita dalam keadaan yang prima, tidak ada infeksi mata, tekanan bola mata, tekanan darah dan kadar gula darah dalam batas yang normal.

Tingkat keberhasilan dari operasi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu keahlian dari operator (dokter spesialis mata), metode operasi, alat-alat dan fasilitas yang mendukung, serta yang tidak kalah penting kondisi dan kepatuhan dari pasien katarak itu sendiri.

1 minggu post op katarak

1 minggu post op katarak

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah operasi katarak, yaitu
– pasien harus mematuhi penggunaan obat/tetes mata yang diberikan dan kontrol kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.
– menjaga agar mata yang dioperasi tidak terkena air dan tidak mengucek-ngucek mata selama 2 minggu
– pasien diharapkan tidak mengangkat barang berat dan sholat sebaiknya duduk saja (tidak sujud/ruku’) selama 2 minggu
– segera kontrol ulang bila mata yang dioperasi menjadi merah sekali dan terasa sakit.

Iklan

2 thoughts on “Katarak, Ketika Lensa Mata Tak Jernih Lagi..

  1. Imariyana berkata:

    Maaf mau tany mta knan saya d bagian pupinya da warn putih dan menyebabkn kebutaan d mta knan saya apakah bs d operasi dan bs melihat normal spt mta kiri.trima ksh.

    • lonelylovelycat berkata:

      Baiknya diperiksa terlebih dahulu ke dokter mata di sarana kesehatan setempat, untuk memastikan apa diagnosis “putih yang mengakibatkan kebutaan” pada mata kanan anda. Kalau benar diagnosisnya katarak, bila sudah dioperasi insyaAllah mbak bs melihat sperti sedia kala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s