My First Planetarium..^^

Niat awal ke Ibukota itu mau ikut tes TOEFL di LB UI dan Kursus ACLS. Udah daftar, dapat jadwal tes sama kursusnya n beli tiket terbang, eh liat di timeline twitter ada iklan ini, penoropongan bintang. Pas liat tanggalnya langsung hepi, karena pas dengan jadwal tes n kursus. 1425026021 Di Jakartamu. Disambut hujan deras, alhamdulillah tiba di tempat tes 08:55 BBWI. Hehe. Hampir telat. … … … Tesnya selesai, waktunya belajar untuk Kursus ACLS esok hari. Hehe. Itu bohong, sodara-sodari. Setelah puas tour de RSCM sampe nyasar sendiri, aku pun membulatkan tekad untuk melihat bintang. Berbekal GPS n nanya-nanya sama rumput yang bergoyang, sampelah di Planetarium Cikini. Lumayan deket siy, cuma kalo ga ngerti jalan ya jauh juga. Ini penampakan planetariumnya, dari jauh kubahnya bisa keliatan. IMG_20150326_143741 Pas di dalem, masih sepi. Ternyata peneropongan bulan dan mars itu ga ada, hiks. Padahal saat itu udah ga hujan dan mendung-mendungan lagi. Sebenernya pengen demo, kenapa ga ada peneropongan, padahal di promosinya ada. Tapi berhubung tempatnya asyik, ga jadi deh protesnya. Karena masi sepi, aku bisa keliling-keliling planetariumnya sesuka hati. Isinya macem-macem. Monggo diintip.. IMG_20150326_144224. IMG_20150326_144504 IMG_20150326_144420 Miniatur benda langit di sini ngingetin sama yang ada di pameran 99 names of Allah di Madinah. Bikin merinding kagum, betapa kecilnya kita di dunia Milik-Nya. IMG_20150326_144744 IMG_20150326_144322 IMG_20150326_145525

Sekitar pukul 3 mulai banyak anak-anak usia TK-SD-SMP yang berdatangan ke planetarium ini. Ada yang dari sekitar jakarta, ada pula dari daerah lainnya seperti Cirebon, Blora dan Salatiga. Loket pendaftaran untuk pertunjukan pun dibuka. Harga tiket sangat amat terjangkau, Rp 7.000,- saja untuk satu orang dewasa. Waktu pertunjukan pun tiba. Kami dipersilahkan masuk ke dalam ruangan yang hampir mirip bioskop, bedanya layar tidak ada di depan kita, tetapi di atas kepala kita. Bentuknya pun setengah bola seperti kubah masjid. Kursi dipilih sesuka hati, karena memang pada saat pembelian tiket tidak ada penomoran kursi seperti di bioskop.

Di dalam ruangan pertunjukan tersebut, sebelum acara utamanya dimulai, tiba-tiba seorang Ibu Muda menegur sambil meneliti mukaku dengan seksama, “Mbak, namanya siapa? kerjanya apa?Asalnya dari mana?”

Ditanya seseorang yang tidak kukenal di tempat yang baru sekalinya kumasuki, pertanyaan tersebut cukup aneh. Eh, si Ibu Muda malah duluan bilang, “dari palembang ya? kerja di kesehatan ya?”

Ibu muda ini pasti dukun pikirku. Dengan muka melongo aku cuma mengangguk heran. Ternyata eh ternyata, karena aku ini cerobohnya bukan main dan hobi menjatuhkan barang, Ibu ini menemukan dompetku yang terjatuh tidak jauh dari tempat duduknya. Si ibu memeriksa ID card di dalam dompet itu. Akupun baru tersadar saat si ibu memintaku untuk memeriksa apakah dompetku yang sudah berumur itu ada di dalam tasku. Alhamdulillah si Ibu baik hati mau repot-repot mencari pemilik dompet yang ceroboh itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah aku. Kalau sampai hilang atau ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, aku bisa dibuat repot bukan kepalang. Terima kasih Ibu yang baik hati, semoga Allah SWT membalas kebaikan Ibu.

IMG_20150326_162424

Pertunjukan pun dimulai. pintu ditutup, lampu mulai dimatikan. Seketika aku seperti berpindah tempat, dari dalam ruangan berkubah putih ke lapangan luas beratapkan jutaan bintang. Indaaaaaaaahhh sekalii. Sungguh. Betapa aku ingin pergi ke tempat seperti itu. Bisa melihat bintang dan benda langit lain sambil berbaring, itu pasti sangat menyenangkan. Tetapi, menurut Mamas Pembawa acaranya, kalau di kota akan sulit untuk melihat jutaan bintang seperti itu, karena cahaya lampu di kota menghalangi penglihatan kita terhadap bintang tersebut. Sama seperti yang dibilang Pakcil juga siy. Selama pertunjukan mamas pembawa acara juga menjelaskan tentang planet-planet dan benda langit lainnya. Menarik. Seandainya bisa benar-benar diteropong secara langsung pasti makin menarik. Hehe. Oya, aku sempat mencoba mengabadikan pemandangan di dalam ruangan pertunjukan tersebut, saat jutaan bintang berpendar di atas kepalaku, sayangnya tidak bisa.

Pertunjukan pun selesai. Ditandai dengan pulangnya roket yang membawa kami ke bumi setelah puas mengelilingi galaksi bimasakti. Tertarik untuk melihat pertunjukan? Datang aja ke planetarium ini. Untuk jadwal dan biayanya bisa dilihat di gambar di bawah ini.

IMG_20150326_160102

IMG_20150326_152229

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s