Our very first met….

Kencan pertama yang bikin deg-deg-an. Believe me, i hate when i have to go to the hospital. Tapi, mau ga mau, mesti kudu harus cek ke RS untuk mastiin hasil garis 2 dari  “Woman Choice” yang dibeli oleh si bapak. Setelah cari-cari info tentang dokter sepog dan rumah sakit yang ramah anak, terpilihlah mereka-mereka yang terpilih. Apalaaah. 

Setelah nangkring cukup lama sampe hampir magrib, akhirnya dipanggil untuk masuk ruang periksa. Cerita-cerita sebentar, terus disuruh naik ke pelaminan deh, eh ke tempat tidur untuk diperiksa. 

Makin dag-dig-dug. Semua diagnosis banding amenorea yang serem-serem tambah rajin seliweran di kepala. Senyum manis mbak sepognya ga bikin galau terhalau. Mana periksanya ga pake ulekan yang di perut pula. Ouch. Dag-dig-dug-dag-dig-dug.

Hey, hello my dearest. ♡

Jumpa pertama yang langsung bikin terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan, tarak dung cesss. Doooh, malah ngelindur. Ternyara ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama alias love at the first sight. I love you, my tiny little one. Cuma liat chorion length sama yolk sack aja yg ga sampe 1 cm tapi senengnya sampe berjuta-juta tahun cahaya. Apalaaaah satuannya. Ckckck. Tapi beneran bahagia, ga bisa diungkapin dengan kata-kata. Alhamdulillah, segala puji bagimu ya Allah, maha pengatur terbaik. Semoga sehat selalu, kelak menjadi anak yang sholeh, pembawa surga untuk keluarga. Amiin yaa robbal ‘alamiin. *lap air mata n ingus*

Iklan