Bukan Batuk Biasa.. (BBB)

Pernah dengar istilah BBB di atas? Pastinya bukan group penyanyi tarakdungces. Jadi BBB alias Bukan Batuk Biasa itu apa? Buat yang belum tahu, ni aku share sedikit ya…

Yang dimaksud dengan Bukan Batuk Biasa adalah batuk yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis atau TB. Kenapa TB penting untuk dibahas, karena angka kejadian TB di negara kita tercinta cukup tinggi. Indonesia mendapat peringkat ke IV pada tahun 2011 ini. sebanyak 450.000 kasus TB baru pertahun dengan angka kematian akibat TB sebanyak 64.000 kematian/tahun. Artinya, sekitar tujuh orang meninggal akibat TB setiap jamnya di Indonesia. Angka yang fantastis. Ckckck.

Batuk TB ini termasuk penyakit berbahaya karena penularannya langsung dan sangat mudah. Artinya, menular langsung dari si penderita, tanpa perantara. Tidak seperti demam berdarah dan kaki gajah yang butuh nyamuk, TB bisa menular langsung dari penderita ke kita yang berada di sekitarnya lewat udara. Terdengar mengerikan ya. Namun jangan takut dulu, TB bisa diobati dan bisa dicegah penularannya koq.

Gejala dari TB sendiri sangat bermacam-macam, yang paling utama adalah adanya batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Batuk tersebut biasanya disertai dengan keluhan pada saluran nafas seperti nyeri dada, sesak nafas, batuk darah. Terkadang juga terdapat gejala seperti demam yang disertai keringat dingin pada malam hari, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, dan gejala-gejala lainnya.

Setelah membaca ciri-ciri di atas, ada yang meraasa seperti itu? Bisa jadi kita batuk 2 minggu, tidak nafsu makan, demam, apakah itu TB? Tubuh manusia itu unik sekali, tidak bisa kita tetapkan 1+1=2. Kalau dari bacaan diatas, mirip sekali dengan gejala TB ya, namun bisa jadi itu TB , bisa juga itu bukan TB. Untuk menegakkan diagnosis TB tidak cukup hanya berdasarkan gejala saja, harus kita periksa lebih lanjut.

Bila ada yang mengalami batuk dengan gejala-gejala di atas, langkah yang selanjutnya dilakukan adalah memeriksakan dahaknya ke laboratorium. Tidak perlu ke fasilitas pelayanan kesehatan yang canggih. Di puskesmas pun pemeriksaan dahak untuk TB bisa dilakukan.

Pemeriksaan dahak dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada dahak sewaktu, pagi hari dan sewaktu. Dahak sewaktu biasanya diambil pada saat kunjungan pertama dan kunjungan kedua ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dahak pagi hari diambil saat bangun tidur, kemudian dibawa ke fasyankes pada kunjungan kedua.

image

Bila ternyata dua dari tiga hasil dahaknya positif ditemukan kuman TB maka bisa dipastikan orang tersebut menderita TB. Pemeriksaan mikroskopis dahak untuk menegakkan diagnosis TB merupakan gold standard karena sensitifitas dan spesifisitasnya tinggi. Pemeriksaan lain yang juga dilakukan untuk menegakkan diagnosis TB ini bisa dengan rontgen dada atau juga biakan/kultur dahak. Bila dibandingkan dengan pemeriksaan dahak, kedua pemeriksaan ini tentu saja tidak cost effective.

image

Apabila ternyata dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya TB, anda bisa berlega hati. Namun, bila ternyata anda didiagnosis menderita TB, tidak perlu takut, TB bisa diobati.

Pengobatan TB memang tidak mudah, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Penderita diwajibkan meminum obatnya setiap hari, dalam jumlah yang banyak, bisa sampai 10 tablet sehari selama 6 bulan hingga 1 tahun. Tidak sedikit penderita yang menyerah dalam berobat. Kepatuhan dalam menelan obat, biaya berobat, kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar merupakan kendala yang kerap muncul. Solusinya? Saaat ini obat TB diberikan secara cuma-cuma alias GRATIS di setiap Puskesmas di Indonesia. Pengawasan dalam menelan obat pun menjadi sorotan. Penyuluhan dan pendidikan mengenai TB juga mulai digalakkan di setiap pelosok negara kita. Semua itu dilakukan guna mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas TB tahun 2050.
image

TB bukanlah penyakit kutukan, tidak perlu dikucilkan atau ditakuti. Dengan mengetahui cara penularannya, kita bisa mencegah terkena penyakit tersebut. Pencegahan paling utama pada TB adalah mengobati penderita TB hingga sembuh agar tidak bertambah lagi kasus-kasus TB baru.

Selain mengobati penderita TB hingga sembuh, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan:
– menerapkan perilaku batuk/bersin yang benar. Biasakan untuk menutup hidung dan mulut dengan menggunakan sapu tangan atau tissue setiap kali batuk/bersin.
– Tidak membuang dahak/ludah di sembarang tempat.
– Membuat hunian yang tidak padat penghuni, bersih, pencahayaan dan ventilasi yang baik.
– Mengkonsumsi makanan yang bergizi.
– Menggalakkan imunisasi BCG pada bayi.
– Riwayat kontak penderita TB

Iklan